Saturday, November 11, 2017

ORANG BINGUNG ala Covey - Bag 1

Tak biasanya mata Yanti tampak memerah setelah berwudhu, menjelang magrib itu. Selesai sholat mata itu semakin merah. Ditambah lagi raut wajah Yanti tak biasa. Penglihatanku pada  Yanti semakin mendekatkanku kepada kesimpulan: Yanti sedang kesal, marah, kecewa. Bahasa gaulnya, galau. Apalagi kalau bukan soal pekerjaan.

"Sudah diupayakan, masih saja memberikan komentar seakan akan diri ini tak bekerja". Akhirnya Yanti curhat tentang boss-nya. Bekerja di dunia akuntansi, secara umum memang mempunyai pressure yang unik. Kecepatan dan akurasi harus disajikan dengan  kualitas yang sama. Itulah yang dihadapi Yanti. Tetapi bagiku, yang dihadapi Yanti sebenarnya adalah kata kata boss Yanti "yang gimana gitu". "Ria, tampaknya dia biasa berkomunikasi dengan cara begitu ya?" Yanti yang memasuki bulan ke empat di divisi kami, bertanya kepadaku atau malah menyimpulkan.

"Besok ada workshop tentang 7Habits". Aku mengalihkan pembicaraan setelah melihat Yanti sudah cukup "memuntahkan sampahnya" kepada diriku ini, yang kadang memang menjadi "tong sampah" bagi beberapa sohibku.

"Acara seperti itu memang kita perlukan. Sesekali keluar dari rutinitas sekalian recharge energy". Yanti tampak sudah agak cooling down.

"Ya betul".

Aku sudah cukup lama tahu 7Habits. Tetapi acara besok itu menimbulkan antusiasme tersendiri dalam diriku. Maklum selama puncak proses audit, dua bulan terakhir, seingatku sudah tiga kali aku "burn out" alias mengungkapkan kalimat keras kepada seorang auditor yunior, kepada koleganya sedivisi dan kepada seseorang di divisi lain. Sejujurnya  kutahu itu salah. Itulah yang disebut Covey, "reaktif". Seharusnya "proaktif". Alangkah mudahnya menghapal Habit 1 dari Covey tersebut. Namun alangkah susahnya mempraktikkannya. Aku bertekad ingin mempelajari itu lebih dalam, pada acara besok.

No comments:

Post a Comment